Skip to main content

Membaca Diri

Iqro'.. bacalah..
perintah allah dalam surat al-alaq adalah mutlak, dan itu adalah landasan utama bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan akherat. Membaca tidak melulu dari teks, tapi juga dari kejadian yang ada di sekitar kita. Membaca kejadian paling kecil sekalipun bisa menjadi sebuah pelajaran berharga bagi siapa saja yang mau untuk mendalami, memahami setiap makna dari setiap kejadian, bahkan selembar daun yang jatuh sekalipun sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah untuk kita tarik benang merahnya.

Belajar dari pengalaman masa lalu menjadikan kita manusia yang lebih baik. Semakin kita bisa memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu, orang yang sangat merugi adalah apabila dia mengulang-ulang kesalahan yang telah diperbuatnya. Setidaknya menyediakan sedikit waktu kita untuk merenung kejadian apa saja yang telah kita lakukan dalam satu hari, tidak butuh banyak waktu, cukup lima menit saja. Kita akan dapat memetakan mana saja hal yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat.

Setiap hari yang kita lalui harus selalu lebih baik, karena waktu yang kita miliki terus berkurang, dan aset kita yaitu tubuh akan terus berkurang, semakin tua usia kita maka semakin sedikit daya tahan tubuh kita untuk dapat mengerjakan hal yang berat. Selagi kita masih diberi kesehatan, waktu dan kesempatan maka sedapat mungkin kita pergunakan dengan sebaik-baiknya.

Pahami kemampuan diri, dimana kelemahan dan kekurangan kita, dan perbaikilah, baca diri anda, baca lingkungan sekitar, baca buku sebanyak mungkin, dan baca setiap kejadian yang pernah anda alami, maka anda akan bisa membaca dunia dan menjadi semakin arif.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.