Skip to main content

Rahasia Menulis: Mudah, Cepat, dan Berkualitas dalam 5 menit

Salam, saya ingin berbagi sedikit tentang cara saya membuat tulisan dalam lima menit, mohon maaf jika judulnya sangat profokatif. Langsung saja ya.

Dalam optimalisasi SEO salah satu yang paling penting ada konten dari blog kita, masalahnya bagi para newbie seperti saya ini, kita kesulitan untuk menulis artikel, apalagi jika kita tidak pernah melakukan sebelumnya. Mau copy paste tulisan di blog orang, tentu blog kita akan di pinalty oleh google jika ketauan. Mau menyewa jasa copywriting, tapi saya kan newbie, jasa copy writing harganya mahal? Mau nulis sendiri, gimana caranya?


Kita sering di hadapkan pada pertanyaan seperti; apa yang harus saya tulis? Saya tidak punya ide? Saya tidak pede dengan ide saya? Gimana cara nulisnya? jika anda mengalaminya, tenang saja anda tidak sendirian, sebenarnya itu yang saya alami dan mungkin hampir semua orang seperti itu.
Saya ingin berbagi apa yang saya lakukan untuk menulis.

Yang pertama ide, anda tidak perlu menjadi ahli dalam suatu niche (baca: topik), ada jutaan artikel di internet yang bisa anda jadikan sebagai acuan, niru dong om? Tentu tidak, tulisan bisa memiliki hak cipta, tapi ide tidak! ingat para mastah itu dulunya juga newbie, dan ilmu mereka itu mereka dapat dari belajar, baca buku, baca artikel, berguru ke mbah mastah, mbah mastah belajar ke buyut mastah dst. 

Anda bisa memulai mencari apa yang sedang anda ingin ketahui, contoh anda membaca tulisan ini, berarti anda ingin tau bagaimana caranya belajar menulis, anda baca tulisan saya ini dengan baik, pahami dan tulis ulang.

Cara nulisnya bagaimana? Rahasia yang paling mudah untuk di awal, Saya biasanya menulis perparagraf, misal di paragraf pertama saya baca, langsung saya tulis ulang dengan bahasa saya sendiri, kemudian berlanjut ke paragraf berikutnya, dan seterusnya. 

Dalam proses menulis itu anda akan menemukan ide-ide anda sendiri yang bisa anda tambahkan di tulisan anda, Tanpa disadari 5 menit berlalu dan anda sudah memiliki tulisan anda sendiri.

Saat yang tepat untuk memulai menulis adalah sekarang, anda bisa mulai dari tulisan saya ini, silahkan anda tiru, amati dan modifikasi.

Jika anda merasa tulisan saya ini bermanfaat, silahkan di bagikan, agar semakin banyak orang yang bisa terbantu, di copy paste saya tidak apa-apa, kalau ingin menyertakan nama silahkan disertakan, kalau tidak juga tidak apa.

NB: Jika anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan masukkan email dan nama anda untuk mendapatkan update artikel dari saya.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.