Skip to main content

Syarat mengurus STNK yang hilang 2018 di SAMSAT

Mengurus STNK hilang bisa menjadi perjuangan tersendiri karena kekurangan informasi, seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Apalagi jika kita berada di luar kota dan STNK kendaraan yang hilang di kota lain. Sebaiknya beberapa hal berikut ini disiapkan terlebih dahulu sebelum berangkat ke SAMSAT agar tidak bolak balik dan menghabiskan banyak waktu.

Berikut ini adalah yang perlu disiapkan saat akan mengurus stnk yang hilang:


1. Yang pertama adalah mengurus surat kehilangan stnk di kantor polisi terdekat dengan membawa KTP pemilik kendaraan dan fotocopy stnk yang hilang, jika tidak ada fotocopy STNK yang hilang bisa membawa BPKB kendaraaan, jika BPKB masih di leasing karena kendaraan masih kredit, bisa membawa fotocopy an BPKB dengan meminta terlebih dahulu ke pihal leasing.

2. Setelah mendapat surat kehilangan sebaiknya di fotocopy terlebih dahulu 3-5 lembar untuk persiapan, begitu juga dengan BPKB, KTP dan berkas yang lain untuk jaga-jaga.

3. Kemudian meminta rekomendasi kehilangan dari min OPS LANTAS.

4. Meminta LAPJU (Laporan kemajuan) di reskrim.
Langkah 3 dan 4 bisa dilakukan di polres sekaligus, setelah mendapatkan Rekomendasi dari OPS Lantas dan LAPJU jangan lupa di fotocopy.

5. Langkah ke 5 pergi ke balai wartawan atau ke media cetak (koran) atau radio untuk membuat pengumuman kehilangan. tunggu di umumkan di koran atau radio, jika di koran nanti kita fotocopy korannya yang ada pengumuman kehilangan tersebut.

Setelah langkah 1-5 terpenuhi tinggal berangkat ke SAMSAT dan serahkan semua berkas tadi. Tinggal mengikuti proses dan STNK segera di ganti, biaya penggantian antara 100-300rb tanpa calo.

Ini yang saya lakukan pada tahun 2018 di SAMSAT Lamongan Jawa Timur, persyaratan bisa berubah tapi sepertinya sama untuk daerah yang lain. Untuk memastikan lebih baik pergi ke samsat dan tanyakan dulu semua persyaratan yang dibutuhkan, Semoga informasi ini bermanfaat.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.