Skip to main content

Vincent Sang Mason

 "Rasa syukur adalah syarat untuk mendapatkan kebahagiaan. Merasa cukup akan menjadikan kita sebagai orang terkaya di dunia."


Vincent Clarac adalah seorang masonik, tukang batu. Ia bekerja 10 jam per hari untuk menambang batu secara tradisional bersama dengan kawan-kawannya. Kehidupannya amat susah dan keras. Ia harus benar-benar membanting tulang untuk dapat menghidupi istri dan kedua anaknya.

Di suatu siang yang amat terik Vincent tetap bekerja. Ia pukulkan palunya ke lereng sebuah gunung. Ia berupaya mengambil sebuah batu besar yang agak menonjol keluar. Ia berharap pekerjaannya akan selesai sebelum waktu pulang. Sayang, meskipun telah mencoba memukulkan martilnya berkali-kali, namun batu itu tak jua berubah posisinya, masih sangat kuat bercokol. Mungkin karena lelah atau kepanasan, Vincent kemudian memutuskan untuk menghentikan usahanya dan beristirahat. Dipilihnya sebuah ohon rindang untuk berteduh sembari membaringkan badan sejenak.

Sambil berbaring, Vincent menata nafasnya. Ia bayangkan hidupnya yang luar biasa susah. Ia pandangi matahari yang terik dari balik tangannya. Ia berandai-andai. Andaikan ia dapat berubah menjadi matahari, pastilah akan sangat menyenangkan. Ia menerangi jagad. Ia kuat dan perkasa.

Entah bagaimana, tiba-tiba…

Jleg!!!

Vincent telah berubah menjadi matahari.

Ketika menyadari keinginannya terkabul, Vincent merasa sangat bahagia. Sekarang ia menjadi yang paling kuat dan perkasa. Sekarang ia yang akan mengatur dunia. Ia mempunyai hak prerogatif untuk memberikan cahaya di belahan bumi manapun. Ia dapat memandangi dunia dengan seisinya tanpa terhalang oleh apapun jua.

Suatu saat, ketika matahari Vincent bersinar dengan terik dan sedikit pongah, tiba-tiba berarak awan hitam datang. Awan itu menutupi sinar yang dipancarkannya. Melihat hal itu, Vincent kemudian berpikir, betapa piciknya pikirannya. Semula ia pikir mataharilah yang paling hebat, tapi ternyata masih kalah oleh awan hitam. Terbukti, sinarnya tak mampu menembus awan. Ia membayangkan akan enak menjadi awan, lebih hebat dari matahari.

Jleg!!!

Vincent tiba-tiba menjadi awan.

Ia sangat senang. Sekarang ia lebih hebat dari matahari. Ia dapat menghalangi sinar matahari dan mengalahkan kepongahannya. Namun sayang, sedang senang-senangnya mengalahkan matahari, tiba-tiba angina kencang bertiup. Awan Vincent buyar. Tubuhnya tercerai berai karena angina. Sebagian tubuhnya teriup ke utara, bagian lainnya ke selatan, dan beberapa di antaranya terpisah jauh melayang.

Vincent panik!

Ia tak tahu bagaimana caranya menyatukan seluruh bagian tubuhnya. Di tengah rasa panik, ia kemudian teringat, bahwa dirinya selalu berubah jika ia memikirkan ingin menjadi sesuatu. Hal itu patut dicoba. Maka, Vincent kemudian berpikir untuk menjadi angin. Ia tahu, tak ada yang dapat menghalangi terjangan angin. Lagi pula, ia akan dapat berpindah-pindah tempat dengan cepat jika menjadi angin. Hal itu tentulah sangat menyenangkan.

Jleg!!!

Seperti sebelumnya, Vincent kemudian berubah menjadi seperti apa yang ia inginkan. Sekarang ia menjadi angin. Ia luar biasa senangnya. Ia dapat menjadikan dirinya angin sepoi-sepoi yang menyejukkan tapi kadang kala muncul sifat isengnya, sehingga ia mengubah dirinya menjadi angin lisus yang luar biasa besar dan kencangnya.

Suatu hari angin Vincent ingin berjalan-jalan ke utara, maka bergeraklah ia. Ia kebut dirinya sampai pada kecepatan yang paling tinggi. Suara menderu dan mengaung memenuhi angkasa, memenuhi setiap tempat yang dilaluinya. Ia meras bangga dengan dirinya sendiri. Ia yakin sekarang, bahwa tak akan ada yang dapat mengalahkan dirinya. Siapa sih yang dapat mengalahkan angin?

Pyar!!!

Tiba-tiba Vincent buyar. Tubuhnya terbelah menjadi pertikel-partikel kecil. Angin yang semula kuat dan dahsyat menjadi hanya sepoi-sepoi saja. Vincent benar-benar tak menyangka aka nada yang dapat menandingi dirinya. Ia balikkan badan untuk melihat apa atau siapakah yang telah mengalahkan dirinya tadi.

Gunung.

Ya, gunung. Yang telah membuat dirinya tercecer dan hanya menjadi sepoi-sepoi. Vincent baru menyadari sekarang, bahwa memang tak mungkin ia dapat menerjang gunung. Untuk dapat menjebol rumah, tanamana, dan bangunan, hal itu amat sangat mudah ia lakukan, tapi ia tak mungkin menjebol gunung yang kokoh kuat, yang kakinya tertanam dalam di bumi.

Vincent kemudian berpikir, alangkah enaknya menjadi gunung. Ia kuat, perkasa, dan tak mungkin terkalahkan atau tersakiti oleh siapapun juga.

Jleg!!!

Jadilah Vincent gunung hijau yang amat indah, kokoh, dan kuat. Ia merasa hari ini benar-benar hari yang luar biasa, karena ia telah menjadi makhluk yang hebat dan kuat. Ia merasa sangat puas, karena ia merasa dirinya sekarang menjadi makhluk yang paling hebat dan berjasa. Tubuhnya menjadi lahan tetanaman bertumbuh. Keindahannya juga sedap dipandang mata. Sedang ia menikmati peran barunya tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada punggungnya. Ia merasa ada sesuatu yang mengantuk-antuk dirinya. Sesuatu yang keras dan alot. Vincent kemudian menengok. Ia lihat ternyata ada sekumpulan tukang batu yang mencacah dirinya, menambang bebatuan dari punggungnya. Rupanya hal ini yang membuatnya merasa kesakitan tadi.

Melihat kejadian tersebut, Vincent menjadi tersadar, bahwa amat tidak enak menjadi gunung. Gunung masih kalah oleh manusia, terutama tukang batu, yang menambang atau mengeksploitir dirinya. Menyadari hal tersebut, tiba-tiba Vincent ingin sekali menjadi manusia lagi, menjadi tukang batu yang perkasa, yang dapat mengalahkan gunung.

Jleg!!!

Vincent akhirnya berubah menjadi manusia lagi, menjadi tukang batu. Sekarang ia sadar, bahwa yang terpenting bukan menjadi siapa atau apa. Yang terpenting bukanlah mencari-cari kebahagiaan di luar sana. Ia menjadi semakin sadar, bahwa syukurlah yang menjadikan dirinya bahagia. Merasa cukuplah yang menjadikan dirinya kaya.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.