Skip to main content

Tips Menghadapi Orang Yang Sedang Marah

Salah satu tipu daya syetan untuk menjerumuskan manusia adalah marah, dengan cara itu syetan bisa sangat mudah mengendalikan diri manusia. Karena marah, seseorang bisa gampangnya mengucapkan kalimat tak pantas, memaki, mencaci, atau bahkan mengucapkan kalimat kufur. Marah pula bisa merusak semua yang ada disekitarnya, coba saja perhatikan dirimu pada saat marah, seperti ada yang hendak bisa dibanting, bukan? Dan akan jauh lebih parah kerusakan yang ditimbulkan jika kita meladeni seseorang yang tengah dikuasi amarahnya.

Lalu bagaimana sebijaknya kita pada posisi pihak yang dimarahi?

Imam Ibnul Qoyyim berkata:

‘Jika kamu dapati temanmu sedang marah dan ia pun berbicara sesuatu yang kurang baik maka tidak sepantasnya kamu anggap serius perkataannya apalagi kamu hukumi sebagai kesalahannya, karena kondisi dia seperti orang sedang mabuk tidak sadar apa yang terjadi.

Maka bersabarlah atas amarahnya jangan kamu layani karena setan sedang menguasai dirinya, emosinya sedang terbakar dan akal sehatnya sedang tertutup.

Adapun jika kamu melayaninya dan serius menanggapinya maka kamu seperti orang waras yang melayani orang gila atau orang siuman yang mencela orang yang sedang pingsan, maka kamulah yang bersalah’

Karena itulah sikap yang paling bijak adalah menyikapinya dengan rahmat dimana emosi dia sedang tidak terkontrol dan ketahuilah bahwa ketika dia telah sadar pun akan menyesal dan mengakui besarnya kesabaranmu. ~Beri temanmu waktu dari masa emosinya sampai redahnya amarah dia karena akhirnya dia akan menyesal dan meminta maaf. Tetapi jika kamu melayani semua ucapan dan perbuatannya ketika marah maka pasti permusuhan akan semakin menjadi dan dia pun akan membalas di waktu stabil apa yang diperlakukan padanya di waktu dia mabuk (emosi). Dan tentu akan memicu permasalahan-permasalahan berikutnya.

Jika boleh diibaratkan rahmat layaknya air yang menyejukkan, maka ‘sesungguhnya marah itu dari syetan, syetan dari api, dan air bisa memadamkan api’, semoga kita dapat berlaku lebih bijak dengan menerapkan tips di atas saat orang tua atau saudara kita tengah marah, selamat mencoba smile emotikon

~Admin Khansa

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.