Skip to main content

Pengemis yang Kurang Bersyukur

Pernah suatu hari, seorang pengemis yang sangat miskin mendapatkan rezeki Rp 100.000. Bagi orang yang setiap harinya hanya mendapat penghasilan Rp 20.000 seperti dia, uang sejumlah itu sudah lumayan banyak. Tapi bukannya bersyukur, pengemis itu malah merasa kurang. Ia coba komparasikan uang seratus ribu tadi dengan kebutuhan sehari-harinya. Ia yakin uang itu akan habis dalam jangka waktu yang tidak lama. Bukannya senang, ia malah merasa sedikit tersiksa, karena uang yang didapatnya nanggung, banyak tidak kurang ya memang iya.

Beberapa hari kemudian, tampaknya ketidakpuasannya terbayarkan. Ketika sedang berjalan tersaruk, ia melihat ada tas berwarna coklat. Ia ambil tas tersebut dan ia bawa pulang ke gubuk kardusnya di bawah jalan layang. Sesampainya di gubuk kardus, ia buka tas tersebut dan ia terbelalak begitu mengetahui tas itu penuh dengan uang. Ia coba hitung isi tas tersebut. Ternyata uang di dalam tas itu berjumlah sekitar 0,5 milyar!

Pengemis tadi luar biasa bahagia. Ia merasa sangat senang karena semua keinginannya pasti terwujud. Dari mulai rumah, motor atau mobil, baju, sampai perlengkapan rumah tangga. Ia kemudian simpan tas coklat itu di bawah tumpukan kayu bakar. Ia ambil segenggam uang tersebut dan ia ajak kawan-kawan pengemisnya untuk berpesta pora.

Beberapa hari kemudian, pengemis itu telah menghabiskan sekitar sepuluh juta dari hasil temuannya hanya untuk bersenang-senang. Ia tak merasa harus tergesa membelanjakan uang tersebut untuk sesuatu yang bermanfaat. Toh masih ada banyak waktu, pikirnya.

Malang, rupanya ada intel yang mencurigai tingkah laku pengemis tersebut yang berubah drastis. Akhirnya, pengemis tersebut diinterogasi dan gubuk kardusnya digeledah. Polisi menemukan sisa uang dalam tas coklat. Dan karena pengemis itu tak dapat menjelaskan tentang asal-muasal uang tersebut, akhirnya ia disangka telah melakukan perampokan dan dipenjara.

Menyesal pengemis itu kemudian. Ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir dengan cara tragis seperti itu. Dari balik jeruji besi ia hanya dapat membayangkan masa lalunya, yang walaupun kekurangan uang, sudah cukup bahagia. Ia menjadi sadar, bahwa ketidaksyukurannyalah yang menjerembabkannya ke lembah penderitaan.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.