Skip to main content

Pembelajaran Seni bagi Anak TK

Taman Kanak-kanak (TK) merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar, lembaga ini sangat strategis dan penting dalam penyediakan pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Anak usia ini merupakan golden age (usia emas) di dalamnya terdapat “masa peka” yang hanya datang sekali. Masa peka adalah suatu masa yang menuntut perkembangan anak dikembangkan secara optimal.

Pendidikan TK memberi kesempatan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan berekspresi dengan berbagai cara dan media kreatif (alat untuk berkreasi), seperti kegiatan-kegiatan dengan menggunakan kertas, pensil berwarna, krayon, tanah liat, bahan alam, bahan bekas dan lainnya. Di dalam kegiatan pengembangan seni terdapat bermacam-macam kegiatanyaitu seni corak/ gambar, seni lukis, seni bentuk, seni musik, seni suara dan seni tari.

Seni kanak-kanak sanagt terbatas dan amat sederhana, baik bentuk, perwujudannya maupun isinya, namun dapat dikatakan memenuhi syarat-syarat keindahan. Ciri-ciri keindahan yang khas sesuai jiwa anak yang masih sangat muda, selalu mengharapkan segala sesuatu yang bersifat indah dan menyenangkan dalam hidupnya.

Pada dasarnya seni adalah hasil keindahan kreasi manusia. Jadi keindahan alam tidak termasuk dalam pengertian seni, walaupun ada hubungannya, karena keindahan alam itu selalu mempengaruhi perasaan keindahan manusia dan senantiasa menjadi sumber keindahan. Oleh karena itu perbuatan atau pekerjaan manusia erat hubungannya dengan pikiran.

Berhubung perasaan manusia itu berbeda-beda maka sering kali perwujudan seni dianggap baik oleh seseorang dan dianggap jelek oleh orang lain. Penentuan ini sifatnya sangat individual dan subyektif. Walaupun demikian, ada ukuran-ukuran sebagai hasil penyelidikan yang dilakukan dalam bidang sei yang pada umumnya dapat dipakai sebagai pedoman untuk menentukan rendah atau tingginya mutu seni.

Seni merupakan ciptaan manusia, oleh sebab itu senantiasa ada kesesuaian dengan sifat-sifat manusia yang menciptakannya. Demikian juga halnya dengan seni kanak-kanak. Keindahan yang terdapat dalam berbagai perwujudan seni kanak-kanak ada kesesuaiannya dengan jiwa dan perasaan anak, yang minat dan perhatiannya senantiasa tertuju kepada segala sesuatu yang bersifat indah dan menyenangkan baginya. Jiwa dan sifat anak-anak tercermin dalam “perbuatan seni”-nya dan mempunyai keindahan yang khas. Kenyataan ini menuntut pengertian, penghargaan dan penilaian yang lain sifatnya dalam pendidikan.

Di Taman Kanak-kanak pemenuhan kebutuhan anak untuk berekspresi itu mendapat bimbingan dan pembinaan secara sistematis dan berencana agar kesempatan berekspresi yang diberikan kepada anak benar-benar mempunyai arti dan bermanfaat baginya. Jika mulai sejak dini anak diberikan bimbingan dan pembinaan yang sebaik-baiknya untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dan menghayati emosi yang bergejolak dalam dirinya, maka daya fantasi atau imajinasi, daya kreasi dan perasaan estetis, anak memperoleh rangsangan untuk berkembang dengan anak.

Pembelajaran seni merupakan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh anak dengan lebih banyak melibatkan kemampuan motorik, khususnya motorik halus. Perkembangan motorik merupakan perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Dalam proses perkembangan anak, motorik kasar berkembang terlebih dahulu dibandingkan motorik halus. Hal ini terbukti bahwa anak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum anak mampu mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggambar atau menggunting.

Pembelajaran seni dan kreativitas menekankan pada aspek eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi.

Eksplorasi; Secara umum, eksplorasi bertujuan agar anak dapat: (a) Melakukan observasi dan mengeksplorasi alam semesta dan diri manusia; (b) Mengeksplorasi elemen-lemen dari seni dan musik; (c) Mengeksplorasi tubuh mereka apakah sanggup dalam mengerjakan sesuatu yang keatif.

Contoh yang dapat dilakukan anak: (a) Melihat pada bagian (visual dan aura) pada lingkungan; (b) Mengbservasi, merasakan, dan menjelaskan alam dan bentuk manusia dan suara; (c) Menyadari akan perasaan hati dan ide yang digambarkan melalui objek, gambar, dan musik; (d) Menggambar berdasarkan observasi; (e) Mengeksplorasi apa yang terjadi saat mereka memadukan warna; (f) Memperhatikan dan mengggunakan jenis garis, warna, bentuk, dan bagian bentuk untuk membuat gambar; (g) Mengeksplorasi suara dengan instrumen yang berbeda dan benda yang lain (kertas, sisir); (h) Bagian ritme echo seperti tepuk tangan atau bermain instrument; (i) Menunjukkan ketertarikan pada bunyi musik instrumental; (j) Mengatur tinggi/rendah, keras/pelan, cepat/lambat pada vokal pembicaraan atau lagu; (k) Tanggap terhadap ritme, melody, bunyi, dan bentuk musik melalui gerak yang kreatif, seperti tari dan drama.

Ekspresi; Secara umum, ekspresi bertujuan agar anak dapat: (a) Mengekspresikan dan menggambarkan benda, ide, dan pengalaman menggunakan jenis media seni instrumen musik, dan gerak; (b) Menambah percaya diri dalam mengekspresikan kreasi mereka sendiri.

Contoh yang dapat dilakukan anak adalah: (a) Mengekspresikan apa yang mereka lihat, pikir, dan rasakan tentang ragam seni dan musik; (b) Membangun pemahaman mereka dan pengalaman dari dunia mereka melalui seni dan musik; (c) Menikmati pembuatan nilai dengan menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya; (d) Mengekspresikan pikiran atau perasaan melalui alat/teknik gambar; (e) Pengalaman menggunakan ragam tekstur untuk membuat gambar; (f) Menciptakan ragam alam dan benda yang ditemukan; (g) Menggunakan materi lunak untuk model dan gambar objek; (h) Melakukan percobaan dengan jenis alat seni dan menemukan cara baru untuk menggunakannya; (i) Bernyanyi dan menciptakan lagu sederhana; (j) Menggenggam dan mengocok benda dan alat untuk menghasilkan bunyi dan ritme sederhana; (k) Mengeksplorasi jenis gerak tubuh dan ekspresi dengan drama; (l) Menggunakan gambar, bentuk, dan jenis simbol lain untuk menggambar-kan tinggi rendah suara, irama, dan bentuk musik sederhana.

Apresiasi; bertujuan agar anak dapat menilai dan menanggapi ragam seni dan produksi kerajinan serta pengalaman seni.

Contoh yang dapat dilakukan anak: (a) Mengekspose jenis kerajinan seni dan musik dari warisan ragam budaya tertentu; (b) Menggambarkan dan menjelaskan produksi seni sendiri; (c) Menikmati drama, musik atau gerakan yang mengacu pada aktivitas.

Gerakan motorik halus mempunyai peranan yang penting dalam pengem-bangan seni. Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil. Oleh karena itu, gerakan motorik halus tidak terlalu membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta ketelitian.

Keterampilan motorik halus mulai berkembang, setelah diawali dengan kegiatan yang amat sederhana seperti memegang pensil, memegang sendok dan mengaduk. Keterampilan motorik halus lebih lama pencapaiannya dari pada keterampilan motorik kasar karena keterampilan motorik halus membutuhkan kemampuan yang lebih sulit misalnya konsentrasi, kontrol, kehati-hatian dan koordinasi otot tubuh yang satu dengan yang lain. Seiring dengan pertambahan usia anak, kepandaian anak akan kemampuan motorik halus semakin berkembang dan maju pesat.(*) sumber: kemdikbud (diolah)

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.