Skip to main content

bertarung dengan anak

“ Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka, jika salah satu dari kalian telah menikahkan budaknya atau pelayannya maka janganlah dilihat auratnya. Sesungguhnya anggota bagian bawah dari pusat sampai lutut adalah auratnya,”(HR. Abu Dawud).

Hindari memukul anak-anak Anda saat mereka belum baligh, Nabi SAW tidak pernah memukul anak-anak selamanya, tetapi beliau menjelaskan prinsip-prinsip dasar dan aturan dalam memukul. Kaidah-kaidanya adalah sebagai berikut:

Pukulan tidak boleh diberikan sebelum usia sepuluh tahun.

Pukulan boleh sedikit diberikan pada anggota tubuh yang memungkinkan, batas maksimal hukuman pukulan hanya sepuluh kali itupun hanya kepada anak yang baligh dan mukallaf.

Jangan memukul terlalu keras sehingga sampai terangkat ketiak. Dan jangan pada tempat sensitif.seperti wajah atau kepala.

Apabila Anda pulang kantor dan ketemu dengan anak-anak maka berbahagialah. Jangan merasa sedih dan bahkan marah-marah saat anak minta bermain, bercanda, maupun bertanya-tanya terus tiap menit apa yang dilakukan orang tuanya dikantor, apa yang dibawa didalam tas, bawa kendaraan apa pulang dan lain sebagainya. Ketika sudah geregetan dengan pertanyaan dan permintaan yang bertubi-tubi, biasanya Anda sudah tidak kuat menahan emosi. Karena fisik dan pikiran yang lelah maka Anda langsung main bentak dan main pukul saja.

Atau juga ketika Anda memanggil berkali-kali, anak tidak juga merespon apalagi datang menghampiri. Maka mudah sekali anda menjewer, mencubit, dan bahkan melemparnya.Perlakuan Anda itu disebut child abuse .

Efek sampingnya sangat fatal bagi anak-anak yang belum baligh, baik itu secara fisik, verbal maupun  psikis (emosi). Anak bisamenjadi negatif dan agresif serta mudah frustasi; menjadi sangat pasif dan apatis; mempunyai kepibadian sendiri; sulit menjalin berteman dengan anak lain dan ada pula yang timbul rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya sendiri. Selain itu kerusakan fisik, seperti perkembangan tubuh kurang normal juga rusaknya sistem syarafnya.

Wuihh menakutkan banget efek sampingnya.... Jadi kalo Anda mudah marah dan mudah memukul, disarankan tunggu saja anak Anda baligh.Tandanya untuk anak laki-laki sudah mengalami mimpi basah (ihtilaam) dan haid untuk anak perempuan.Dan mereka sudah mengetahui, memahami, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Kelamaan?Kalau terlalu lama sebaiknya jangan marah saja. Diberi nasihat, pengertian dan dikasih contoh saja cukup. Kalaupun sudah tidak bisa menahan marah-marah bagaimana?Ya boleh-boleh saja marah. Tapi ikuti panutan kita Nabi Muhammad SAW, memukulnya menggunakan syarat dan rambu-rambu seperti yang diatas. Kalau tetap masih tidak bisa menahan emosi berarti marah Anda itu sebenarnya bukan untuk menasihati, tetapi memang untuk memuaskan hati atau diri sendiri.Coba Anda ingat-ingat setelah marah apakah Anda puas melihat anak Anda menangis (menderita) atau ada kepuasan lainnya?

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.