Skip to main content

Bertarung dengan Anak, Gunakan PPH

Ini bukan urusan bayar pajak. Bahwa kedua orang tua baru harus mengerti dan memahami yang ada dihadapannya adalah amanah dari Allah SWT. Dia sendiri langsung memberikan kita informasi mengenai buah hati kita yang baru lahir dari rahim seorang ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Tapi Dia (Allah SWT) memberikan kamu (manusia) Pendengaran, Pengelihatan, dan Hati agar kamu (manusia) bersyukur  yang kemudian saya singkat PPH. Benar kan,bukan urusan pajak?  

Jadi sebagai orang tua yang sudah mempunyai PPH wajib bersyukur. Bukan hanya syukuran aqiqoh sembelih kambing untuk dibuat sate terus dibagikan ketetangga. Tetapi menggunakan PPH sesuai dengan fungsinya. Berikut ini adalah prosesnya

Saat dikeluarkan Allah SWT dari perut ibunya, tangisan pertama bayi membuat orang tua sangat bahagia luar biasa dan tak terlupakan. Percaya?

Tetapi begitu masuk pada tangisan kedua, ketiga, keseratus,  kesejuta, kok rasanya sudah berubah ya?, Yang tadinya membuat perasaan kita senang dan seluruh tubuh kita terasa aliran energi yang luar biasa, sekarang kok tidak ada, malah sebaliknya. Percaya?

Efek sampingnya adalah PPH yang kita miliki jadi kacau balau. Bila kita mendengarnya kepala bisa pusing tujuh keliling. Bila melihatnya mata jadi sepet dan gemas, yang berikutnya bila kita rasakan dalam hati, bisa jadi bukan bertambah bahagia sangat senang tapi seneb (mules) luar biasa. Percaya?

Lalu bagaimana supaya semuanya tetap indah seperti awal? Berikut adalah obatnya, dijamin cespleng, tidak ada tidak ada efeksampingnya, tidak ada kadaluarsanya (expired) dan dijamin halal.

Kembalikan fungsi PPh anda pada fitrahnya. PPH Ortu baik  = PPH anak baik.

Gunakan pendengaran secara bersih (positif). Mendengarkan merupakan dasar komunikasi, seorang bayi yang mengerti bahwa orang tuanya selalu mendengarkannya akan tumbuh menjadi anak yang menghargai orang tuanya. Semakin baik kemampuan Anda mendengarkan anak Anda, semakin baik juga mereka mendengarkan Anda.

Gunakan pengelihatan secara bersih (positif).Komunikasi yang efektif langsung dimulai saat buah hati Anda lahir. Ketika orang tua menatap matanya dengan penuh cinta, kebahagiaan dan  dari mulut Anda keluar kalimat-kalimat penuh rasa syukur dan bangga. Meskipun bayi Anda belum sempurna pengelihatannya, tetapi dari suara, sentuhan dan perasaan Anda, mereka tahu betul Anda sangat menyayanginnya. Sungguh dahsyat!

Dan yang terakhir gunakan hati (empati, intuisi) kita juga secara bersih (positif).Ajarilah bayi Anda yangg belum sempurna akal pikirannya tentang yang baik dan salah. Yakinlah bahwa mereka juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda, meskipun mereka belum bisa menyampikannya kepada Anda.

Selalu ingat pada tangisan pertama bayi Anda.

Mengertilah dan pahami bahwa buah hati kita adalah manusia baru, yang terlahir belum mengetahui apapun. Mengerti bahwa buah hati Anda bisa melihat seluruh hidup Anda. Bisa mendengar seluruh apa yang Anda katakan dan merasakan apa yang Anda juga rasakan. Tetapi dia (buah hati Anda) belum bisa membalas dan menjelaskan  sesuai dengan bahasa kita.

Terakhir, jangan kotori buah hati Anda yang suci ini dengan perasaan jengkel ketika mendengar tangisannya, perasaan marah ketika melihatnya,  atau bahkan perasaan benci (dalam hati) dan putus asa kalau tidak berhenti  tangisnya.

Untuk pembahasan Fitrah Bayi, Tangisan Pertama dan PPH cukup sampai disini. Jika belum puas,  penulis doakan agar para orang tua memiliki kesabaran yang tangguh tak terkalahkan oleh apapun dan diberikan Allah SWT ketenangan hati. Amin

Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak ada anak yang dilahirkan, kecuali dilahirkan atas kesucian. Maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi “ (HR.Bukhari, 679)

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.