Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Bagaimana Hukum Kurban Urunan di Sekolah

Kurban pada awalnya merupakan syari’at yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS, sebagaimana firman Allah SWT (yang maknanya): ”Dan Kami tebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan (kambing) yang besar» (surat as-Shaaffaat 107). Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk meneruskan syari’at tersebut setiap Idul Adha.


Hukum Kurban On-Line

Masalah hukum kurban secara on-line ini mirip dengan hukum transaksi-transaksi (akad-akad) on-line lainnya, lebih terkait dengan kejujuran dan amanah, trust and accountability. Juga mirip dengan hukum naqluz zakaah (pengiriman dana zakat ke tempat lain) karena kemungkinan besar ”daging” kurban akan dikirim ke tempat lain yang dianggap lebih membutuhkan.


Hukum Penggunaan Mesin Penyembelihan Hewan

Salah satu ajaran Islam yang menimbulkan kekaguman bagi masyarakat kesehatan adalah tentang keharusan disembelihnya binatang darat sebelum dikonsumsi, karena dengan cara itu orang yang mengkonsumsinya dapat terhindar dari bermacam penyakit sehingga lebih terjamin kesehatannya. Para fuqaha’ sepakat, bahwa binatang yang halal dikonsumsi pun, tidak akan halal jika tidak disembelih sesuai ajaran Islam. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala...” (al-Maa-idah 3). 

Hukum Memberikan Daging Kurban pada Orang Kaya dan Non-Muslim

Mengenai peruntukan daging kurban (yang dimaksud di sisni bukan hanya daging, tapi semua bagian dari binatang kurban), terdapat perbedaan di antara para fuqaha’ (ulama ahli fiqih). Fuqaha’ Hanafiyyah memandang sunnah daging kurban itu dibagi tiga: sepertiga dimakan pemiliknya, sepertiga dihadiahkan untuk teman-teman akrab meskipun mereka orang kaya, dan sepertiganya lagi disedekahkan kepada orang-orang miskin.


Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.

Hukum Haji dengan Kartu Kredit

Pengguna kartu kredit itu dapat dianggap sebagai orang yang diberi peluang dan kepercayaan untuk berhutang. Jadi kartu kredit itu dapat dikatakan kartu ”untuk hutang”, sehingga seseorang yang berhaji dengan menggunakan kartu kredit sama artinya dengan orang yang berhaji dengan biaya hutang.

Bagaimana Hukum dan Tempat Shalat Iedul Fitri?

Menurut fuqaha’ Malikiyah (para ulama ahli fiqih madzhab Malikiy) dan fuqaha’ Syafi’iyah (para ulama ahli fiqih madzhab Syafi’iy) hukum shalat ‘Iedul Fithriy (dan ‘Iedul Adlha) adalah sunnah mu’akkadah (amat dianjurkan) karena walaupun Nabi SAW selalu mengerjakannya, tetapi beliau menyatakan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim, bahwa yang wajib hanyalah shalat lima waktu (shubuh, dhuhur, ‘ashar, maghrib dan ‘isya’).


Hukum Zakat Fitrah Orang Meninggal di Bulan Ramadan?

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayar oleh setiap muslim setelah bulan Ramadan berakhir, baik laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak, orang merdeka maupun hamba sahaya. Zakat fitrah disyariatkan untuk menyucikan jiwa orang-orang yang berpuasa, sekaligus memberi makan orang-orang miskin dan mencukupi kebutuhan mereka di hari raya (Idul Fitriy). Hal ini didasarkan pada makna hadis Nabi SAW: ”Zakat fitrah difardlukan sebagai penyuci jiwa orang-orang yang berpuasa dari perkataan bohong dan jelek, dan memberi makan orang-orang miskin...” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Ibnu Abbas).  

Berapa Kadar Zakat Fitrah, Zakat Profesi?

Berapa Kadar Zakat Fitrah, Zakat Profesi, Dan Bolehkah Zakat Dikirim Ke Daerah Lain?

Zakat fitrah adalah zakat diri dalam rangka membersihkan diri kita. Orang kaya atau miskin (selagi masih punya kelebihan harta dari kebutuhan hidup sehari pada tanggal  1 Syawwal) semua terkena kewajiban zakat fitrah. Tentang kadar/ketentuan berapa yang harus dikeluarkan untuk 1 orang, terus terang saya tidak setuju kalau kadar zakat fitrah itu 2,5 kg beras sebagaimana difahami umumnya masyarakat kita.

Bagaimana Hukum Menonton Tayangan Erotis Di Siang Ramadan?

Puasa itu menahan diri dari semua tindakan yang membatalkan sejak dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Hal-hal yang membatalkan puasa adalah segala pemenuhan kebutuhan biologis, seperti makan, minum, merokok, onani, berhubungan kelamin pria-wanita dan segala tindakan sengaja yang menyebabkan masuknya suatu benda melalui rongga tubuh langsung ke dalam rongga perut.


Bagaimana Hukumnya Wanita Berpuasa Memakai Pakaian Mini?

Dalam perspektif fiqih formal (wilayah hukum), puasa hanya batal kalau melakukan hal-hal yang membatalkannya, seperti: makan, minum, merokok, onani, berhubungan kelamin pria-wanita dan segala tindakan sengaja yang menyebabkan masuknya suatu benda melalui rongga tubuh langsung ke dalam rongga perut. Dengan demikian memakai pakaian minim, baik atas kemauan sendiri atau atas perintah atasan, walau hukumnya haram dan berdosa, tetap tidak membatalkan puasa.

Bagaimana Hukum Berkumur dan Sikat Gigi Waktu Puasa?

Berkumur pada waktu puasa (tentunya di siang hari), baik dalam rangka berwudlu maupun untuk menghilangkan rasa “pahit” di mulut hukumnya boleh (mubah) bila cara berkumur dan frekuensinya wajar (tidak berlebihan dan tidak terlalu sering). Tapi jika dilakukan secara berlebihan sehingga dikhawatirkan masuk kerongkongan secara tak sengaja dan/atau dilakukan terlalu sering sampai mengesankan ada keinginan menikmati “sisa kumuran”, maka hukumnya makruh (tidak disukai, tidak baik). Namun jika sampai air kumurnya tertelan (walau tidak sengaja) dan tetap dilakukan berulang-ulang, maka hukumnya haram (dilarang, berdosa) dan puasanya batal.

Bagaimana Hukum Donor dan Cek Gula Darah dalam Keadaan Berpuasa?

Pengecekan gula darah dengan mengambil sampel darah dari jari, dapat dianalogikan (dikiaskan) dengan bekam (canthuk, Jawa), yaitu mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh dengan cara menghisapnya dari kulit yang dilukai. Dalam keadaan berpuasa melakukan bekam ada 2 arus pendapat yang berbeda. Pertama, golongan jumhur/mayoritas ulama fiqih (Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi’iyah) menyatakan, bahwa berbekam tidak membatalkan puasa. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bukhariy dari Ibnu Abbas RA yang maknanya: «Rasulullah SAW pernah berbekam sedang beliau dalam keadaan berpuasa; dan beliaupun pernah berbekam dalam keadaan ihram».

Bagaimana Hukum Mencicipi Masakan Disaat Berpuasa?

Dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun, di mana pun dan kapan pun tidak akan bisa terlepas dari makanan dan minuman, dan siapa pun pasti menginginkan makanan yang lezat dan minuman yang segar, sesuai dengan seleranya. Kalau makanan, tentu ingin yang tidak tawar tapi juga jangan terlalu asin, tidak hambar tapi juga jangan terlalu pedas; sedang kalau minuman, tentu yang tidak masam dan tidak terlalu manis, dan seterusnya, pokoknya harus pas dengan seleranya. Apalagi orang yang berpuasa, setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tentu tidak ingin kecewa dengan makanan yang kurang asin atau terlalu asin, terlalu pedas atau hambar, juga minuman yang kurang manis atau terlalu manis, dan seterusnya. Semuanya harus serba pas sesuai selera.

Bagaimana Cara Mendapatkan Lailatul Qadr Bagi Perempuan Haid?

Sungguh Allah SWT itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Adil dan Maha Tahu mana hamba yang taat dan mana yang berbuat ma’shiyat (dosa), mana yang layak diberi berkah Lailatul Qadr dan mana yang tidak. Biar seseorang perempuan itu melewati malam Lailatul Qadr (tepatnya malam Qadr atau Lailatul Qadr saja) tidak sedang berhalangan (haidl atau nifas), tetapi jika atas “pertimbangan” tertentu menurut Allah tidak layak diberi berkah Lailatul Qadr, maka ya tidak akan mendapatkannya. Misalnya karena track record amaliahnya selama ini tidak baik. Sebaliknya, walaupun seseorang perempuan itu melewati malam Lailatul Qadr dalam keadaan haidl atau nifas, tetapi karena track record amaliahnya selama ini selalu baik, sehingga Allah SWT berkenan memberikan kepadanya berkah Lailatul Qadr, maka ya akan mendapatkannya.

Adakah Amalan Pengganti I’tikaf Bagi yang Berhalangan?

I’tikaf adalah menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencari ridla-Nya. Inilah sebenarnya cara (mengheningkan cipta) yang benar versi Islam, sedangkan mengheningkan cipta dalam upacara-upacara itu setahu saya berasal dari ajaran agama lain. Karena itu kalau dalam suatu upacara kita diajak mengheningkan cipta, ya kita manfaatkan saja untuk berdzikir kepada Allah SWT, tanpa berniat mengikuti ajaran agama lain.

Iktikaf, Haruskah di Masjid?

I’tikaaf (iktikaf) secara bahasa berarti tinggal dan menetap di suatu tempat dengan tujuan tertentu. Sedang dalam istilah fiqih, i’tikaaf adalah tinggal/menetap di masjid dalam waktu tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukum i’tikaaf adalah wajib bagi yang bernadzar untuk ber- i’tikaaf; sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang sudah dewasa dan sehat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan; dan sunnah (dianjurkan) bagi mereka yang melakukannya di setiap waktu selain sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.


Bagaimana Puasanya Orang Sakit, Pekerja Berat dan Olahragawan?

Prinsip yang harus difahami oleh semua umat Islam adalah, bahwa ajaran Islam itu secara normal pasti terpikul dan dapat dilaksanakan oleh umatnya. Allah SWT berfirman dalam akhir surat al-Baqarah (ayat 286) yang maknanya: (…Allah tidak memberi beban (kewajiban) kepada siapapun melainkan sesuai kemampuannya…). Karena itu dalam hal kuat/boleh tidaknya berpuasa, kita harus berkonsultasi ke dokter muslim/ah.


Bagaimana Hukum Mendahulukan Puasa Sunnah Daripada Puasa Qadla Ramadan?

Banyak sekali puasa sunnah yang dituntunkan Rasulullah SAW, baik puasa Senin-Kamis, puasa 6 hari bulan Syawwal, puasa 3 hari tiap tengah bulan Hijriyah, puasa hari Arafah, puasa hari ’Asyura’, maupun puasa bulan Sya’ban, karena pada hari-hari tersebut Rasulullah SAW juga banyak berpuasa. Bahkan untuk bulan Sya’ban beliau berpuasa lebih banyak dibanding di bulan apapun selain bulan Ramadan.


Bagaimana Qadla’ Puasa Bagi Wanita Hamil atau Menyusui?

Hutang apapun harus segera dibayar manakala sudah memungkinkan, apalagi hutang puasa yang masa pembayarannya cukup panjang (hampir 11 bulan), sehingga pada bulan Ramadan berikutnya sudah tidak punya tanggungan lagi.

Bagaimana Hukum Meng-Qadla Puasa Bagi Yang Sudah Meninggal?

Puasa Ramadan merupakan kewajiban personal (fardlu ’ain) semua orang Islam yang sudah baligh (dewasa menurut agama), yang jika berhalangan boleh tidak berpuasa tetapi wajib mengganti (meng-qadla’) di hari yang lain, dan jika tidak mampu maka harus membayar tebusan kecil (fidyah) dengan memberi makan seorang miskin (untuk 1 hari tidak berpuasa harus ditebus dengan 7,5 ons beras atau uang senilai itu). Allah SWT berfirman (yang maknanya): “…maka barangsiapa di antara kamu yang sakit atau sedang bepergian (lalu berbuka) maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin…" (al-Baqarah 184).


Bagaimana Hukum Puasa Ramadan Lupa Mandi Besar?

Suami isteri yang pada malam Ramadan berhubungan badan, atau pun seorang pemuda yang ”mimpi basah”, ataupun wanita yang berhenti haid pada malam hari, tapi entah lupa ataupun karena menunda-nunda, baru mandi keramas (mandi besar/mandi jinabat) setelah shubuh dalam keadaan sedang berpuasa, maka hal ini tidak berpengaruh pada sahnya puasa, puasanya tetap sah, karena dalam perspektif fiqih formal (hukum) memang tidak ada ketentuan, bahwa orang yang berpuasa itu harus suci dari hadas besar. Juga tidak mengurangi pahala puasanya, karena memang tidak ada ketentuan puasa yang dilanggar.

Bagaimana Hukumnya Orang Sakit Maag Tapi Nekad Puasa?

Islam itu agama yang mudah, ajaran-ajarannya terpikul dan terjangkau oleh kemampuan pemeluknya secara normal dan dalam keadaan wajar. Ada ajaran yang berlaku bagi semua pemeluknya (seperti  syahadat dan shalat), ada yang berlaku bagi yang mampu saja (seperti zakat dan haji), ada pula keringanan (rukhsah) bagi yang mengalami kendala pelaksanaannya (seperti puasa bagi yang sakit, boleh tidak berpuasa dan meng-qadla atau membayar fidyah).

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Bagaimana Hukum Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh?

Dalam perspektif fiqih formal (hukum) niat itu menentukan sah tidaknya suatu amal ibadah. Sedang dalam perspektif fiqih moral (tasawuf) niat itu menentukan berpahala tidaknya suatu amal perbuatan. Oleh karena itu niat berpuasa merupakan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan oleh orang yang berpuasa, mengingat niat merupakan rukun (soko guru) puasa, di samping menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.


Hukum Qunut Shubuh dan Dzikir Bersama Sesudah Salat?

Perdebatan tentang qunut shubuh ini sudah amat lama dan dalam fiqih madzhab empat telah mengkristal menjadi dua, yaitu: dalam madzhab Hanafiy dan Hanbaliy tidak perlu ada qunut dalam shalat shubuh, dengan alasan hadis shahih dari Anas bin Malik RA bahwa: ”Rasulullah SAW pernah berqunut setelah ruku’ selama sebulan untuk mendoakan kebinasaan sebagian bangsa Arab kemudian beliau meninggalkannya”. (HR al-Bukhariy dan Muslim).

Hukum Adzan Dua kali Dan Tongkat Khathib Dalam Shalat Jum’at?

Adzan Jum’at dua kali ini merupakan rintisan di masa khalifah Usman bin Affan RA ketika jumlah umat Islam semakin banyak dan semakin banyak pula yang terlambat datang ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at. Maka Usman RA berinisiatif mengkreasi adzan tambahan sebelum adzan yang selama itu terlaksana pada masa Nabi, Abu Bakar dan Umar, yaitu ketika khathib sudah berada di atas mimbar, dengan maksud agar umat Islam ingat bahwa hari itu adalah hari Jum’at dan segera bersiap-siap.


Bagaimana Salat Jum’atnya Satpam Yang Kena Shift?

Shalat Jum’at itu wajib hukumnya bagi semua muslim, sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (al Jumu’ah: 9), kecuali budak, perempuan, anak-anak, dan orang yang sakit, sebagaimana sabda Nabi SAW (yang maknanya): ”Shalat Jum’at itu suatu kewajiban atas setiap muslim dalam satu jamaah, kecuali empat golongan, yaitu: hamba, perempuan, anak-anak, atau orang sakit” (HR Abu Dawud dan al-Hakim).


Benarkah Shalat Jum’at Sebagai Pengganti Shalat Dhuhur?

Masalah ini sudah menjadi bahan perdebatan sejak dahulu. Bahkan Imam Syafi’iy ketika masih berada di Irak pernah bersikeras, bahwa shalat dhuhur adalah kewajiban tersendiri yang dalilnya menjadi satu paket dengan shalat 5 waktu lainnya. Sedang shalat Jum’at adalah juga kewajiban tersendiri dengan dalil tersendiri pula. Namun setelah beliau pindah ke Mesir dan berinteraksi dengan para ulama murid-murid Imam Malik, beliau mengetahui adanya riwayat sangat terkenal bahkan mencapai derajat mutawatir (aklamatif), bahwa Rasulullah SAW setelah melaksanakan shalat Jum’at tidak lagi mengerjakan shalat dhuhur.


Hukumnya Shalat Sambil Membawa Mush-Haf Al-Qur’an?

Teks perintah dalam al-Qur’an: “...Faqra-uu maa tayassara minal Qur-aan” (al-Muzzammil 20, maka bacalah apa yang mudah dari al-Qur’an), maupun hadis sahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Muslim dan lain-lain tentang keharusan membaca al-Qur’an (menurut jumhur: al-Fatichah) adalah memang berbunyi bacalah atau membaca, bukan menghafal. Namun dalam praktik shalat Nabi SAW ternyata menghafal (karena beliau dikehendaki Allah SWT tidak pandai baca-tulis agar tidak ada tuduhan bahwa al-Qur’an itu karangan beliau), begitu juga para sahabat dan generasi-generasi sesudahnya yang memang selalu ada yang hafal al-Qur’an.


Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Ada Yang Makmum?

Prinsip utama yang harus diketahui adalah bahwa pada dasarnya shalat fardlu 5 waktu itu harus dikerjakan secara berjamaah karena Rasulullah SAW dan para sahabat selalu mengerjakannya secara berjamaah. Bahkan beliau menggambarkan mereka yang tidak berjamaah tanpa udzur itu rumahnya layak dibakar.


Bagaimana Hukum Mewakilkan Salat Istikharah?

Salat istikharah (mohon pilihan) adalah salat yang dilakukan seseorang untuk memohon kepada Allah SWT agar dipilihkan yang terbaik mengenai apa yang diinginkan. Hal-hal yang boleh dilakukan salat istikharah adalah sesuatu yang hukumnya tidak wajib dan/atau tidak haram, sebab sesuatu yang hukumnya wajib, mutlak harus dikerjakan dan sesuatu yang hukumnya haram, mutlak harus ditinggalkan tanpa boleh ada keraguan.


Hukum Menjamak Shalat Karena Banjir?

Menjamak shalat adalah mengumpulkan dua shalat yang dikerjakan dalam satu waktu tetapi masing-masing tetap dikerjakan secara terpisah (masing-masing tetap dalam jumlah rakaat yang sempurna dengan dua kali salam). Menjamak shalat ini ada dua macam, yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir. Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua shalat yang dikerjakan di waktu shalat yang lebih awal (dhuhur atau maghrib), sedangkan jamak ta’khir adalah mengumpulkan dua shalat yang dikerjakan di waktu yang akhir (asar atau isya’).


BAGAIMANA HUKUM MEMBATALKAN SALAT AGAR BISA BERJAMAAH?

Dalam keadaan normal, seseorang yang sedang dalam keadaan shalat tidak boleh membatalkannya, baik shalat wajib maupun shalat sunat, haram dibatalkan. Hal ini didasarkan pada ijmaa’ (kesepakatan aklamatif) para fuqahaa’ (ulama ahli fiqih) dari semua generasi dan semua madzhab (baik sunniy maupun syi’iy), karena membatalkan shalat tanpa sebab yang dibenarkan syara’ (ajaran agama) itu berarti main-main dengan ibadah, bahkan seperti “mempermainkan” Allah SWT, karena sudah menghadap Allah SWT, tapi kemudian berpaling dari-Nya.

HUKUM MENG-QADLA SHALAT BAGI YANG PINGSAN ATAU KOMA?

Yang dimaksud meng-qadla’ shalat adalah melaksanakan shalat di luar waktunya, bukan karena jama’. Para fuqaha’ (ulama ahli fiqih) sepakat, bahwa kewajiban shalat tidak boleh ditinggalkan sama sekali tanpa udzur syar’iy (halangan yang dibenarkan hukum Islam). Sedang ‘udzurnya shalat hanyalah dua macam, yaitu lupa dan/atau tertidur.


SIAPAKAH YANG PALING BERHAK MENJADI IMAM SHALAT?

Dalam banyak hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim, at-Turmudziy, an-Nasa’iy dan lain-lain, Rasulullah SAW memang menetapkan siapa yang paling berhak menjadi imam shalat secara berurutan, yaitu yang paling aqra’ (ada dua penafsiran: paling menguasai ilmu agama atau paling bagus bacaan al-Qur’annya), kemudian yang paling mengerti as-Sunnah, kemudian yang paling dulu hijrah, kemudian yang paling dulu memeluk Islam, baru kemudian yang paling tua.


BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Tips Menghadapi Orang Yang Sedang Marah

Salah satu tipu daya syetan untuk menjerumuskan manusia adalah marah, dengan cara itu syetan bisa sangat mudah mengendalikan diri manusia. Karena marah, seseorang bisa gampangnya mengucapkan kalimat tak pantas, memaki, mencaci, atau bahkan mengucapkan kalimat kufur. Marah pula bisa merusak semua yang ada disekitarnya, coba saja perhatikan dirimu pada saat marah, seperti ada yang hendak bisa dibanting, bukan? Dan akan jauh lebih parah kerusakan yang ditimbulkan jika kita meladeni seseorang yang tengah dikuasi amarahnya.

Lalu bagaimana sebijaknya kita pada posisi pihak yang dimarahi?

Imam Ibnul Qoyyim berkata:

Cerita Inspiratif: Ketekunan Selalu Berbuah Manis

Dialah al Imam Ali bin Hamzah al Kisa’i, seorang ulama ahli NAHWU sekaligus ahli qiro’ah yang sangat handal, sehingga kepemimpinan ilmu nahwu dan ilmu qiroah berada di genggamannya.

Bagaimanakah kisahnya beliau memperoleh kedudukan demikian mulianya?.

Cerita Inspirasi : Bosan Hidup

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji,

“Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Jangan pernah berhenti berdo'a

KISAH nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal bernama Dr. Ishan tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Bertarung dengan Anak, Gunakan PPH

Ini bukan urusan bayar pajak. Bahwa kedua orang tua baru harus mengerti dan memahami yang ada dihadapannya adalah amanah dari Allah SWT. Dia sendiri langsung memberikan kita informasi mengenai buah hati kita yang baru lahir dari rahim seorang ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Tapi Dia (Allah SWT) memberikan kamu (manusia) Pendengaran, Pengelihatan, dan Hati agar kamu (manusia) bersyukur  yang kemudian saya singkat PPH. Benar kan,bukan urusan pajak?  

bertarung dengan anak

“ Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka, jika salah satu dari kalian telah menikahkan budaknya atau pelayannya maka janganlah dilihat auratnya. Sesungguhnya anggota bagian bawah dari pusat sampai lutut adalah auratnya,”(HR. Abu Dawud).

Pembelajaran Seni bagi Anak TK

Taman Kanak-kanak (TK) merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar, lembaga ini sangat strategis dan penting dalam penyediakan pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Anak usia ini merupakan golden age (usia emas) di dalamnya terdapat “masa peka” yang hanya datang sekali. Masa peka adalah suatu masa yang menuntut perkembangan anak dikembangkan secara optimal.

George Washington dan Balap Kuda

George Washington nama pemuda itu. Ia seorang pemuda yang cakap. Seperti teman-temannya yang lain pemuda Washington ini amat suka berkuda. Suatu hari, di wilayahnya, diadakan lomba balap kuda. Seperti yang kita bayangkan, pemuda Washington ini pun tak mau ketinggalan untuk mengikuti balapan itu. Balapan itu sendiri mengambil rute yang melewati perbukitan dan hutan. Seperti layaknya sebuah lomba, maka balap kuda itupun mempunyai sebuah aturan, bahwa tiap peserta yang terjatuh dari kudanya, maka otomatis ia didiskualifikasi.

Kejujuran Membawa Kemuliaan

Ada seorang milyarder atau mega jutawan uzur. Usianya sudah mendekati puncak. Sayang, di usia yang seperti itu ia tak mempunyai sanak keluarga atau keturunan. Si mega jutawan itu bingung, bagaimana caranya ia akan mewariskan seluruh kerajaan bisnisnya? Kepada siapa? Pikir punya pikir, akhirnya ia membuat sebuah keputusan krusial. Sebuah putusan yang mungkin akan sangat baik, tapi juga bisa membawa dampak yang sangat buruk.

Sisir untuk Biksu

Kita terkadang dihadapkan pada suatu kondisi yang menuntut kreativitas tanpa batas. Ada kalanya kita dipaksa untuk mencoba berpikir berbeda dan keluar dari kotak yang selama ini membelenggu. Pemaksaan ini tidak dimaksudkan untuk mnyengsarakan kita tetapi lebih untuk mengeluarkan diri kita dari zona nyaman dan mengekploitasi seluruh kekuatan diri untuk mencapai kemajuan.

Humor; Bill Gates Memilih Neraka

Alkisah, suatu malam Bill Gates, penggagas Microsoft, bermimpi dirinya meninggal dunia. Sesampainya di akhirat, salah satu malaikat berkata kepadanya, “Om Bill, jasamu terhadap teknologi sungguh luar biasa, tapi kerugian yang kamu timbulkan juga nggak sedikit. Sekarang, karena sama-sama imbang, aku beri kesempatan kepada kamu untuk memilih, apakah mau masuk ke surga atau ke neraka”.

Vincent Sang Mason

"Rasa syukur adalah syarat untuk mendapatkan kebahagiaan. Merasa cukup akan menjadikan kita sebagai orang terkaya di dunia."

Vincent Clarac adalah seorang masonik, tukang batu. Ia bekerja 10 jam per hari untuk menambang batu secara tradisional bersama dengan kawan-kawannya. Kehidupannya amat susah dan keras. Ia harus benar-benar membanting tulang untuk dapat menghidupi istri dan kedua anaknya.

Pengemis yang Kurang Bersyukur

Pernah suatu hari, seorang pengemis yang sangat miskin mendapatkan rezeki Rp 100.000. Bagi orang yang setiap harinya hanya mendapat penghasilan Rp 20.000 seperti dia, uang sejumlah itu sudah lumayan banyak. Tapi bukannya bersyukur, pengemis itu malah merasa kurang. Ia coba komparasikan uang seratus ribu tadi dengan kebutuhan sehari-harinya. Ia yakin uang itu akan habis dalam jangka waktu yang tidak lama. Bukannya senang, ia malah merasa sedikit tersiksa, karena uang yang didapatnya nanggung, banyak tidak kurang ya memang iya.

Cerita Pemuda dan Pedagang: 3 x 10.000 = 50.000

Seorang pemuda terpelajar berbelanja ke pasar. Ia berniat membeli alat pertukangan untuk memperbaiki sekolah dimana ia belajar.

“Maaf, Pak, alat ini berapa harganya?”, pemuda tersebut bertanya kepada penjual sambil menunjukkan barang yang diingininya.