Skip to main content

Sisi Baik Mengenal Dolanan


Dolanan atau permainan tradisional tidak lagi popular di dunia anak sekarang. Hal itu bisa jadi bukan karena anak sekarang tidak mau, tapi bisa jadi karena orang tua tidak mau mengenalkan dan juga adanya keterbatasan bahan dolanan. Bisa juga karena minimnya lahan sebagai tempat bermain, meski tidak bisa dilepaskan juga faktor kuatnya pengaruh budaya dari luar negeri.
Padahal mengenalkan dolanan banyak sisi baik yang bisa menjadi dasar pembentukan karakter anak, misalnya;

Mudah beradaptasi, imajinatif dan kreatif; Bahan-bahan yang digunakan untuk bermain permainan tradisional umumnya adalah benda-benda yang terdapat di lingkungan alam sekitarnya. Mereka harus membuat benda itu menjadi sesuatu (misalnya mobil-mobilan dari kulit jeruk Bali) atau berimajinasi bahwa benda-benda tersebut adalah  peralatan dalam kehidupan sehari-hari.

Melatih sosialisasi dan negosiasi; Permainan rakyat umumnya dimainkan secara berkelompok. Saat seorang anak ingin bermain gobak sodor misalnya, ia harus mengajak 5 orang kawan atau lebih agar bisa membentuk 2 regu pemain. Artinya ia harus pandai bersosialisasi dan ‘mengumpulkan massa’.  Setelah itu, ia harus bisa bernegosiasi untuk menentukan anggota tim, mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta teman-temannya agar terbentuk 2 regu yang seimbang. Kemampuan manajerialnya pun terasah.

Mensimulasikan peran sosial; Mesti ada teman masa kecil yang menjadi panutan dan menduduki hirarki tertinggi di antara anak-anak lain karena selalu menang dalam bermain? Pokoknya kalau satu regu dengan si jagoan bakalan menang deh, main apa saja. Kemudian ada teman yang usianya paling muda atau yang keterampilan bermainnya kurang, sering disebut anak bawang. Biasanya si jagoan akan melindungi anak bawang dan mengajarinya bermain. Proses ini menanamkan nilai pada anak bahwa orang yang menjadi pemimpin harus melindungi yang lemah, yang pandai harus membagi ilmunya, dan yang kedudukannya masih di bawah harus mau terus belajar.

Membiasakan aktivitas fisik; Dibandingkan dengan permainan modern yang umumnya bersifat individual dan sedenter, permainan tradisional jelas lebih unggul dalam soal aktivitas fisik. Bermain gobak sodor, benteng, kasti, dampu, dan sebagainya mengharuskan pemainnya berlari, melompat, melempar dan memukul. Bersenang-senang sekaligus melatih kekuatan dan ketangkasan fisik si kecil.

Belajar menerima kekalahan; Karena peraturan permainan umumnya sudah disepakati sebelumnya, regu atau pemain yang kalah bisa menerima dengan sportif. Pemain bahkan terkadang mendapat ‘hukuman’ memberikan sesuatu misalnya kelereng kepada yang menang. Anak yang ketahuan bermain curang biasanya menerima sanksi sosial berupa tidak diajak bermain lagi. Jadi semua anak berusaha bermain dengan jujur.(*)

Sumber: koranpendidikan.com

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.