Skip to main content

Melatih Anak Bisa Dua Bahasa


Hampir semua sekolah saat menawarkan program bilingual sejak TK dan Playgroup. Sebenarnya, kapan anak mulai bisa belajar berbicara dua bahasa?

Era informasi dan globalisasi saat ini memang membuat semua orang dituntut berkomunikasi dengan masyarakat dari belahan dunia mana pun. Mengenai waktu yang tepat untuk memulai, ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa mulai mempelajari bahasa—juga materi pelajaran lainnya, pada usia dini adalah pilihan terbaik berhubung sel-sel otak anak-anak masih aktif membentuk koneksi (sinapsis).

Karenanya, daya tangkap anak ketika mendengar intonasi dan cara penggunaan bahasa asing jauh lebih baik diban-dingkan ketika dia sudah remaja—apalagi dewasa. Memang benar bahwa anak-anak bilingual memiliki penguasaan jumlah
 
kata-kata yang lebih sedikit dalam masing-masing bahasa yang digunakannya. Tapi, kalau ditotal, jumlah kata-kata yang mereka kuasai sama banyaknya dengan total penguasaan kata anak-anak yang hanya berbicara dalam satu bahasa.
 
Cara terbaik bagi anak untuk mempelajari bahasa kedua adalah melatih percakapan dengan seorang native speaker. Kaset rekaman atau kursus bahasa adalah metode yang lebih tidak efektif, karena otak akan jauh lebih mudah menangkap pelajaran yang dilakukan dengan cara mengobservasi langsung serta latihan yang dilakukan berulang-ulang. Seorang native speaker juga bisa mentransfer 'rasa bahasa' yang lebih sulit didapatkan anak dari guru yang bukan native speaker.
Kesulitan mencari seorang native speaker? Tidak masalah. Bacakan saja si kecil buku cerita yang aslinya ditulis dalam bahasa yang ingin dipelajari tadi—bukan terjemah-an dari bahasa Indonesia ke bahasa tersebut. Mengajak si kecil menonton DVD cerita anak yang diputar dalam bahasa aslinya juga merupakan alternatif cara yang bisa dicoba.(*)


Ibu Perlu Tahu

Cadel atau lisping adalah istilah untuk menyebut cara pengu-capan bunyi yang khas. Biasanya, bunyi yang khas itu adalah pengucapan huruf 'r' yang tidak utuh atau berubah menjadi seperti huruf 'l'. Atau, bunyi huruf 's' yang seperti 'th'. Bunyi yang 'normal', menurut Patricia McAleer-Hamaguchi, penulis buku Childhood Speech, Language, and Listening Problems: What Every Parent Should Know, dihasilkan dengan posisi lidah terletak di belakang gigi sebelah atas. Sedangkan, bunyi yang cadel dihasilkan ketika lidah terdorong keluar di sela-sela gigi.

”Tak perlu khawatir bila hal ini terjadi pada si anak. Ada banyak anak mengalaminya dan dalam banyak kasus, lisping akan sembuh sendiri pada usia 7 tahun. Jika tetap tidak ada perubahan hingga anak berumur 7 tahun, ada baiknya Anda mempertimbangkan bantuan tenaga profesional. Pasalnya, lisping akan berkembang menjadi kebiasaan yang sulit diubah ketika umur anak bertambah,”,” kata McAleer-Hamaguchi. 

Kepada siapa Mama bisa minta bantuan seputar hal ini? Dokter spesialis anak atau dokter gigi biasanya bisa memberikan referensi mengenai ahli terapi wicara (speech-language pathologist) yang bisa dikunjungi. ”Sementara itu, jangan sering-sering mengingatkan, menegur, apalagi mengolok-olok anak tentang kelemahannya itu, karena bisa merusak rasa percaya dirinya,” kata McAleer-Hamaguchi.(*)

Sumber: koranpendidikan.com

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.