Skip to main content

AWAS Pensiun Massal Guru SD

Tahun 2014 ini diprediksi menjadi awal dari booming pensiun massal guru SD. sebab guru SD yang ada saat ini banyak yang diangkat juga secara massal pada era 1970 an lewat program SD Inpres. bila kala diangkat waktu itu usia rata-rata guru adalah 20 tahun, maka tahun 2014 ini bakal genap 60 tahun dan sudah harus pensiun.
 
gelagatnya sudah tampak dalam tiga tahun terakhir, hampir semua daerah di Indonesia mulai kekurangan guru SD. data terbaru saja dari Kemdikbud menyebut bahwa Indonesia ini sudah kekurangan tidak kurang dari 112 ribu orang. sementara untuk mendapatkan guru penggantinya tidak secepat yang diharapkan.
 
sebab pertama, menjadi guru SD sekarang harus bergelar sarjana, bahkan lebih spesifik lagi harus berlatar belakang pendidikan PGSD. jumlah lulusan S1 PGSD yang ada tidak cukup memenuhi kebutuhan. sudah begitu masih diperparah dengan sebab kedua, yakni adanya kuota dalam rekrutmen CPNS untuk guru SD. rata-rata, setiap daerah hanya mendapat kuota tidak lebih dari 100 setiap tahun untuk posisi guru. Itu pun kalau daerah itu masih diizinkan untuk merekrut. Sebab ada daerah yang terkena moratorium rekrutmen CPNS
 
sebab ketiga, susahnya melakukan rekrutmen tenaga honorer untuk guru SD. hal ini dikarenakan tidak adanya lagi jaminan dari pemerintah pusat untuk menjadikan tenaga honorer menjadi PNS. juga pada daerah yang punya program sekolah gratis, merekrut guru honorer tentulah beresiko sebab tidak ada sumber dana untuk memberikan honor. Lha wong menarik dana dari masyarkat saja tidak bisa.
 
Penugasan koran pendidikan edisi 498

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.