Skip to main content

Hari besar di Indonesia

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hari_penting_di_Indonesia


Hari Raya
Yang tidak tercantum tanggalnya berarti setiap tahun diperingati berubah-ubah tanggalnya.
  • Idul Adha (Islam)
  • Tahun Baru Hijriyah dan Hari Santri (kalender Islam dan Jawa)
  • Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
  • Nyepi (Hindu)
  • Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
  • Jumat Agung (Kristen)
  • Waisak (Buddha)
  • Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
  • 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
  • Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
  • Idul Fitri (Islam)
  • 25 Desember: Natal (Kristen)

Januari

Februari

  • 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
  • 9 Februari: Hari Kavaleri
  • 9 Februari: Hari Pers Nasional[1]
  • 14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
  • 20 Februari: Hari Pekerja Indonesia[2]
  • 22 Februari: Hari Istiqlal
  • 28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia

Maret


Prangko peringatan Hari Filateli Indonesia

April

Mei

Juni


Prangko peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia

Juli


Prangko peringatan Hari Anak Nasional

Agustus

Prangko peringatan 100 Tahun Gerakan Kepanduan
Prangko peringatan 100 Tahun Gerakan Kepanduan
Prangko peringatan 100 Tahun Gerakan Kepanduan

September

Oktober

November


IPrangko peringatan Hari Guru

Desember

Hari raya dari luar negeri yang ada dirayakan di Indonesia

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.