Skip to main content

Kaya yang Miskin

Orang kaya tapi miskin sering kita jumpai di sekitar kita. Mereka punya segalanya, mobil mewah, motor banyak, rumah, pakaian bagus, handphone, dan lain-lain akan tetapi mereka tidak terlihat bersyukur, tidak berbagi, tidak memberi dengan sesama sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya merasakan tidak ada sesuatu hal dari milik mereka yang memberi manfaat bagi orang disekelilingnya. Sehingga kesannya mereka adalah orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa untuk dibagi.
Ada juga orang yang tidak mempunyai apa-apa, mobil tak punya, motor tak ada, pakaian biasa-biasa saja, handphone apa adanya, rumah seadanya, tapi orang disekitarnya merasakan manfaat dari dia, bukan hanya manfaat harta tapi juga manfaat tenaga, sering membantu, memberi sesuatu yang dimiliki, membagi kebahagiaan, dia akan terlihat kaya walaupun secara tampak tidak mempunyai apa-apa.
Orang yang terlihat kaya harus bisa membagi kekayaannya pada orang disekelilingnya. Jika kaya tetapi tidak didukung dengan jiwa yang dermawan maka kekayaan itu tidak bermanfaat, hanya sebagai hiasan dan pajangan dinding tidak menghasilkan apa-apa yang bermanfaat bagi orang lain.

Popular posts from this blog

Bagaimana Hukum Puasa Untuk Hajat Tertentu?

Puasa (ash-shaum) dalam Islam adalah suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAGAIMANA HUKUM MANDI BESAR DENGAN AIR HANGAT?

Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi jinaabat), yaitu: keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria-wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non-muslim, dan matinya muslim-muslimah kecuali mati syahid. Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT: ”...Dan apabila kalian junub, maka mandilah...” (al-Maa-idah 6), dan banyak hadis shahih, antara lain sabda Rasulullah SAW tentang orang Islam yang meninggal dunia: ”Mandikanlah ia dengan air dan bidara, serta kafanilah dengan dua helai kain” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Abbas), juga sabda beliau berkaitan dengan non-muslim yang masuk Islam, yakni ketika Qais bin ’Ashim menyatakan masuk Islam, maka Rasulullah SAW menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR Muslim, Abu Dawud, at-Turmudziy dan an-Nasaa-iy).

Hukum Badal dan Hadiah Pahala Umrah

Di antara persoalan yang sering muncul dalam perbincangan terkait dengan ibadah umrah adalah ”bolehkah seseorang mengumrahkan orang lain, atau melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, yang kemudian lebih dikenal sebagai badal umrah”.